Sabtu, 15 Juni 2013

PSS Sleman

PSS Sleman
Perserikatan Sepak bola Sleman (biasa disingkat: PSS) merupakan sebuah tim sepak bola yang berbasis di Kabupaten SlemanDaerah Istimewa YogyakartaIndonesia. Tim yang didirikan pada 20 Mei 1976 ini merupakan salah satu tim sepak bola yang disegani di Indonesia dan memiliki julukan sebagai tim Super Elang Jawa atau Super Elja. Tim ini juga sering disebut dengan julukan Laskar Sembada. Mereka bermain diDivisi Utama dalam sebuah kompetisi sepak bola IndonesiaLiga Indonesia. Prestasi tertingginya dalam kompetisi Liga Indonesia adalah dua tahun berturut-turut menempati empat besar pada Divisi Utama Liga Indonesia 2003 dan Divisi Utama Liga Indonesia 2004. Stadion utama mereka adalahStadion Maguwoharjo, dan menggunakan Stadion Tridadi sebagai stadion kedua.



lahir pada Kamis Kliwon tanggal 20 Mei 1976 semasa periode kepemimpinan Bupati Drs. KRT. Suyoto Projosuyoto. Lima tokoh yang membidani kelahiran PSS adalah H. Suryo Saryono, Sugiarto SY, Subardi, Sudarsono KH, dan Hartadi. PSS didirikan pada awalnya hanya mereka senang dengan sepak bola. Dengan sepak bola mereka yakin akan menambah teman, meningkatkan persaudaraan dan tentu saja dengan sendirinya meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat Kabupaten Sleman. Lahirnya PSS dilatarbelakangi bahwa pada waktu itu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru ada dua perserikatan yaitu PSIM Yogyakarta dan Persiba Bantul. Waktu berdirinya PSS hampir bersamaan dengan saat berdirinya Persikup Kulon Progo dan Persig Gunungkidul. Saat itu, selain di Kota Yogyakarta, potensi sepak bola di empat daerah kabupaten tidak terpantau dan kurang terkelola dengan baik. Padahal beberapa daerah diKabupaten Sleman, seperti Prambanan, Sleman dan Kalasan.
Keinginan masyarakat yang kuat di Kabupaten Sleman untuk memiliki perserikatan klub sepak bola akhirnya mulai terwujud dengan adanya informasi yang disampaikan oleh Komda PSSI DIY pada waktu itu (Prof. Dr. Sardjono) yang menyatakan bahwa syarat untuk membentuk perserikatan sepak bola minimal harus ada lima klub. Di Kabupaten Sleman pada waktu itu sudah ada lima klub yaitu PS Mlati, AMS Seyegan, PSK Kalasan, Godean Putra dan PSKS Sleman. Akhirnya, tepat pada tanggal 20 Mei 1976, PSS dibentuk dengan Ketua Umum Gafar Anwar (seorang polisi).
Setelah Gafar Anwar meninggal, posisi Ketua Umum PSS digantikan Oleh Drs. Suyadi sampai dengan 1983. Periode 1983-1985, PSS dipimpin oleh Drs. R. Subardi Pd (Drs. KRT. Sosro Hadiningrat). Periode 1986-1989, PSS dipimpin oleh Letkol Infanteri Suhartono. Karena ada perubahan masa bakti/periodisasi dalam memimpin klub perserikatan yang dilakukan oleh PSSI menjadi empat tahunan maka di tengah perjalanan periode Letkol Infanteri Suhartono tepatnya tahun 1987, Letkol Infanteri Suhartono masih dipilih lagi sebagai Ketua Umum PSS untuk masa jabatan 1987-1991. Kemudian pada periode 1991-1995, PSS dipimpin oleh H. RM. Tirun Marwito, S.H. Mulai periode 1996-2000, PSS dipimpin langsung oleh bupati, pada waktu itu Drs. H. Arifin Ilyas. Selanjutnya tahun 2000-2004, PSS dipimpin oleh Bupati Drs. H. Ibnu Subiyanto, Akt. Jabatan Drs. H. Ibnu Subiyanto, Akt dalam memimpin PSS yang berarkhir pada tahun 2004 diperpanjang mulai 2005, banyak nama yang membesarkan PSS, di antaranya Sudarsono KH, H. Sukidi Cakrasuwignya, Suparlan, H. Subardi, S.H., Hendricus Mulyono, Drs. H. Arifin Ilyas, Drs. H. Ibnu Subiyanto, Akt dll.
Saat ini PSS memutuskan menggunakan nama Persatuan Sepak bola Sleman dalam profil timnya berkaitan dengan pajak sponsorship. Nama persatuan hanya dipakai dalam media massa dan komunikasi bisnis saja. Sedangkan nama perserikatan tetap dalam sejarah pendirian. Nama perserikatan tidak diperbolehkan dalam segmen bisnis modern dalam penerimaan sponsorship.
Untuk memenuhi aspek legal dalam mengikuti kompetisi profesional, maka mulai musim 2011/2012 dibentuklah PT. Putra Sleman Sembada (PT. PSS). PT. PSS didirikan dengan akta notaris no. 78 tanggal 26 April 2012 untuk menaungi PSS. Struktur organisasi PT. PSS terdiri dari satu Komisaris Utama, tiga Komisaris, satu Direktur Utama/CEO dan empat Direktur yakni Direktur Teknik, Direktur Pemasaran, Direktur Keuangan, dan Direktur Umum. Komisaris Utama dipegang oleh Bambang Sukmonohadi. Komisaris dipegang oleh Mujiman, H. Giyanto, H. Sudibyo. Jajaran direksi dipegang masing-masing Direktur Utama H. Suparjiono, Direktur Teknik Yoni Arseto, Direktur Pemasaran Soekeno, Direktur Keuangan Djaka Waluya, S.E., Direktur Umum Indriyanto Eko Saputro.
PSS beraksi pertama kalinya dalam sebuah turnamen yang digelar di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Turnamen kecil dengan peserta dari empat kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang digunakan sebagai ajang seleksi tim Pra PON DIY pada tahun 1976 ini merupakan debut resmi PSS. Dari turnamen ini, akan diambil beberapa pemain yang kemudian akan dijadikan pemain tambahan bagi tim PSIM yang menjadi kekuatan tim inti Pra PON DIY saat itu. PSS berhasil mengalahkan Persig Gunungkidul 1-0 pada tanggal 10 Agustus 1976, sebelum akhirnya kalah dariPersiba Bantul 0-2 dalam pertandingan final.
Tiga tahun pertama PSS baru mengadakan kegiatan yang lebih bersifat intern, misalnya mengadakan kompetisi antar klub anggota PSS. Kompetisi ini sebagai media publikasi PSS dan dalam rangka memasyarakatkan olah raga sepak bola di wilayah Kabupaten Sleman. Lambat laun jumlah klub yang menjadi anggota PSS semakin banyak. Tahun demi tahun berikutnya dilalui dengan peningkatan-peningkatan, dengan mengikuti pertandingan di tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tiga tahun setelah PSS dibentuk, PSS memulai perjuangan dalam kompetisi Divisi II PSSI pada tahun 1979 dengan lawan tim-tim sepak bola yaitu Persiba Bantul, Persig Gunungkidul, dan Persikup Kulon Progo untuk tim yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang pada waktu itu memiliki lima perserikatan. Setelah lolos babak penyisihan PSS langsung masuk divisi IIA bersama dengan tim perserikatan-perserikatan sepak bola dari Provinsi Jawa Tengah yang lolos babak penyisihan seperti PSIR Rembang, Persijap Jepara, dan Persibat Batang (menjadi satu rayon) sehingga perserikatan manapun yang lolos di DIY harus bergabung dulu dengan Provinsi Jawa Tengah melakukan kompetisi.
Pelan namun pasti, PSS mencoba menapak kompetisi nasional melalui pemain-pemain yang dibina di kompetisi internal secara kontinyu. PSS, sadar atau tidak, sebenarnya telah membangun sebuah kultur sepak bolanya melalui kompetisi lokal yang rutin, disiplin dan bergairah. Berdiri tahun 1976, PSS termasuk perserikatan yang muda jika dibandingkan dengan PSIM Yogyakarta,Persis Solo, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, PSMS Medan, Persija dan lainnya.
Namun, meski muda, PSS mampu membangun kompetisi sepak bola secara disiplin, rutin dan ketat sejak pertengahan tahun 1980-an. Kompetisi itu tak bernah terhenti sampai saat ini. Sebuah konsistensi yang luar biasa. Apalagi, kompetisi yang dijalankan melibatkan semua divisi, baik Divisi Utama, Divisi I maupun Divisi II. Bahkan, pernah PSS juga menggelar kompetisi Divisi IIA.
Maka, tak pelak lagi, PSS kemudian memiliki sebuah kultur sepak bola yang baik. Minimal, di Kabupaten Sleman telah terbangun sebuah tradisi sepak bola yang meluas dan mengakar dari segala kelas. Pada gilirannya, tak menutup kemungkinan jika suatu saat PSS mampu menyuguhkan permainan fenomenal dan khas.
Ini prestasi luar biasa bagi sebuah kota kecil yang berada di bawah bayang-bayang Yogyakarta ini. Di Kabupaten Sleman tak ada sponsor besar, atau perusahaan-perusahaan raksasa yang bisa dimanfaatkan donasinya untuk mengembangkan sepak bola. Kompetisi itu lebih berawal dari kecintaan sepak bola, tekad, hasrat, motivasi dan kemauan yang tinggi. Semangat seluruh unsur yaitu penonton, pemain, pelatih, pengurus dan pembina terlihat begitu tinggi.
PSS pernah dipuji oleh ketua umum PSSI, Kardono sebagai tim perserikatan yang memiliki kompetisi internal terbaik di Indonesia. Tak kurang 60 tim amatir secara rutin bertarung dalam tiga divisi dalam kompetisi PSS. Klub-klub asal Kabupaten Sleman pun merajai berbagai turnamen tarkam, dan PSS tak pernah kekurangan stok pemain.
Sejak tahun 1987, PSS mulai menargetkan agar dapat berlaga ke pentas sepak bola nasional dengan promosi ke Divisi Satu. Namun seringkali usaha PSS kandas saat mengikuti kompetisi penyisihan Divisi IIA zona Jateng DIY. Keberhasilan PSIR Rembang dan Persiku Kudus promosi ke Divisi Satu, dan bahkan ke Divisi Utama Liga Indonesia saat Liga Indonesia mulai bergulir memuluskan langkah PSS untuk merajai Divisi IIA Jateng DIY bersama Persijap Jepara, dan berlaga di pentas Divisi II Nasional.
Namun, usaha PSS untuk promosi ke Divisi Satu Liga Indonesia pada Liga Indonesia 1994/1995 gagal sampai kemudian baru Liga Indonesia tahun 1995/1996, PSS meraih juara kompetisi Divisi Dua Liga Indonesia untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Lewat pertarungan ketat, PSS berhasil mengalahkan Aceh Putra dan meraih tiket promosi dengan pelatih Suwarno.
Selama berada di Divisi II PSS tidak pernah mendapatkan sumber pendanaan dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Tidak ada sponsor dari manapun, sumber pendanaan PSS pada waktu itu berasal dari kontribusi pribadi masyarakat Kabupaten Sleman yang gila bola. Rumah Sudarsono KH di Rogoyudan, Jalan Magelang berfungsi sebagai kantor PSS, di mana di tempat ini diadakan rapat dan berkumpulnya para pemain sepak bola menjelang dan sesudah pertandingan. Kemudian PSS mengikuti kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia selama empat tahun mulai musim kompetisi 1996/1997 sampai musim kompetisi 1999/2000.

Perjalanan PSS yang membanggakan itu bukan hal yang mudah. Meski lambat, perjalanan itu terlihat mantap dan meyakinkan. Sebelumnya, pada kompetisi tahun 1990-an, PSS masih berada di Divisi II. Tapi, secara perlahan PSS bergerak dengan mantap. Pada kompetisi tahun 1995/1996, tim ini berhasil masuk Divisi Satu Liga Indonesia, setelah melewati perjuangan berat di kompetisi-kompetisi sebelumnya. Dengan kata lain, PSS mengorbit di Divisi Utama Liga Indonesia bukan karena karbitan. Ia melewatinya dengan proses panjang.

Meski belum optimal, PSS akhirnya menuai hasil dari tradisi sepak bola mereka. Setidaknya, PSS sudah melahirkan pemain nasional Seto Nurdiantoro. Sebuah prestasi langka bagi Daerah Istimewa Yogyakarta. Terakhir, pemain nasional dari Daerah Istimewa Yogyakarta adalah kiper Siswadi Gancis. Itupun ia menjadi cadangan Hermansyah. Dengan memiliki tradisi sepak bola yang mantap dan mapan, tak menutup kemungkinan jika PSS akan memiliki kualitas sepak bola yang tinggi. Sejak kiprahnya di Divisi Utama Liga Indonesia, PSS telah mengantarkan Seto Nurdiantoro, Anton Hermawan, Mauly Lessy, Anang Hadi, dan Fachrudin Aryanto untuk mengenakan kostum Tim nasional sepak bola Indonesia.

sumber: id.wikipedia.org/

Jadwal PSS Sleman 2013


foto:dok @PSS_official1

Berikut jadwal main PSS Sleman dalam mengarungi kompetisi Divisi utama LPIS 2013

Jadwal PSS Sleman 2013 PUTARAN I

1. Minggu,14 April    PSS vs Persebangga
2. Rabu,24 April       PSS vs Persewon
3. Minggu,28 April    PSS vs PPSM
4. Rabu, 1 Mei          Persemalra vs PSS
5. Minggu, 5 Mei       Persifa vs PSS
6. Minggu,12 Mei      PSS vs Persinga Nganjuk
7. Minggu,19 Mei      PSBI vs PSS
8. Rabu,22 Mei         Persekap Pasuruan  vs PSS
9. Rabu,5 Juni          PSS vs Persires
9. Minggu,9 Juni       PSS vs Persis


Jadwal PSS Sleman 2013 PUTARAN II


1. Minggu,16 Juni   Persibangga vs PSS
2Rabu,26 Juni      Persewon vs PSS
3. Selasa,2 Juli       PSS vs Persemalra
4. Sabtu,6 Juli         PSS vs Persifa
5. Minggu,18 Ags   Perenga vs PSS
6. Minggu,25 Ags   PSBI vs PSS
7. Kamis,29 Ags    PSS vs Persekap 
8. Rabu,11 Sept     Persires vs PSS

9. Minggu,15 Sept  Persis vs PSS

Jumat, 14 Juni 2013

Brigata Curva SUD: "the true loyal"


Pernah mendengar nama PSS Sleman ? Salah satu klub sepakbola profesional yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan lebih tepatnya berada di Kabupaten Sleman. Klub yang berjuluk ‘Elang Jawa’ ini berdiri tahun 1976 dan identik dengan binaan para pemuda asli Sleman. Meskipun begitu, klub ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Klub ini memiliki berbagai prestasi diantaranya menempati ‘BIG FOUR’ pada dua musim berturut-turut yaitu pada divisi utama 2003 dan divisi utama 2004. Saat itu divisi utama adalah kasta tertinggi di persepakbolaan Indonesia sebelum bertransformasi menjadi Indonesia Super League pada tahun 2008. Selain itu PSS Sleman juga pernah merangsek ke semifinal Piala Indonesia pada tahun 2005. tetapi sayangnya pada musim 2006 gempa bumi melanda Yogyakarta sehingga terpaksa PSS Sleman tidak melanjutkan kompetisi dan akhirnya berada di kasta kedua sampai saat ini.
Tetapi walaupun berada di kasta kedua jangan remehkan klub ini. Perlahan-lahan klub ini mulai bangkit bahkan bisa dikatakan sebagai klub profesional dan mandiri. PSS Sleman juga memiliki sederet pemain bintang musim ini seperti Noh Alam Shah dan “the rising star” Moeniga. Namun selain usaha dari management peran suporter setia PSS Sleman sangat berperan penting. PSS Sleman memiliki dua suporter selain memiliki Slemania yang notabenya suporter terbaik Indonesia versi ANTV Sepakbola Award 2004. PSS Sleman memiliki satu kelompok suporter lagi yang terkenal sangat loyal terhadap PSS Sleman yaitu Brigata Curva Sud.
Brigata Curva Sud bisa dikatakan sebagi suporter dengan aliran yang berbeda dari suporter-suporter Indonesia pada umumnya yang telah ada. Brigata Curva Sud lebih mirip dengan suporter ultras di luar negeri. Brigata Curva Sud sangat terkenal dengan aksi roll paper , aksi flare dan juga choreo yang sangat sulit. Lagu-lagu mereka pun berbeda dengan suporter Indonesia kebanyakan, Brigata Curva Sud menyanyikan lagu yang masih asing bagi telinga awam penikmat sepakbola Indonesia karena liriknya pun yang terkadang menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Italia.
Brigata Curva Sud juga identik dengan pakaian warna hitam-hitam yang mereka kenakan dan juga sepatu yang maksudnya untuk menghormati para pemain di lapangan. Ditambah lagi nyanyian dan aksi mereka selama 90 menit tanpa berhenti dan terus berdiri. Karena bagi mereka harus sama lelah dengan pemain di lapangan. Tetapi jika bicara loyalitas dan fanatisme, suporter Indonesia memang rajanya. Yang membuat Brigata Curva Sud beda adalah dimana kemandirian dan kesadarannya untuk membangun klub. Mereka memiliki store sendiri yang dikenal dengan CS Shop dan juga kesadaran mereka untuk mengkampanyekan one man one ticket dan menangkap para calo.
Hal itulah yang hendaknya diikuti oleh kelompok suporter lain di Indonesia. Karena klub sepakbola di Indonesia sekarang sedang berkembang dan sedang berusaha klub profesional. Dan jika ada kesadaran untuk membeli satu tiket untuk satu orang itu akan sangat membantu finansial klub. Sehingga klub benar-benar menjadi klub yang dikelola dengan profeional tanpa APBD. Dan ini yang sedang dibangun di Sleman dengan klub kebanggaannya PSS Sleman melalui management dan bantuan dari para suporter. Brigata Curva Sud adalah salah satu potret suporter loyal yang sebenarnya yang sangat cinta terhadap klubnya.
website resmi Brigata Curva Sud => www.bcspss.com

ONE MAN ONE TICKET, NO TICKET NO GAME.  TANGKAP PARA CALO DAN KEEP SAY NO TO ANARCHISME

Brigata Curva Sud "more than a football supporter"

1368500118652670390
PSS SLEMAN
Inilah Brigata Curva Sud (Barigade Tribun Selatan dalam bahasa Indonesia) supporter super ELJA PSS Sleman adik dari Slemania yang berdiri justru disaat PSS berada di kasta kedua yang jarang nongol di TV apalagi siaran langsung TV. Apa yang membedakan BCS dengan supporter lain di Indonesia?

1.Rules di dalam Stadion
Anggota BCS wajib memakai sepatu didalam stadion tidak diperkenankan memakai helm dan sangat tidak diperkenankan melempar botol di dalam lapangan serta wajib menghargai perbedaan gender tidak boleh melecehkan perempuan . Mereka juga sebagian besar memakai kaos hitam .
136850023910809282
Ladies Curva Sud
2. Membantu Keuangan Club
BCS membantu keuangan club dengan wajib membeli ticket pertandingan dan juga menjual merchant di Curva Sud Shop untuk PSS. Ini menjadikan PSS salah satu tim yang paling sehat financial, lihatlah bagaimana tim kecil kasta kedua namun mempunyai squad yang mengkilap tanpa ada tunggakan gaji.
1368500321508589334
Aksi Seorang BCS
3.Koreo Atraktif
Ini yang sangat luar biasa menurut saya yang jarang saya temui di Indonesia. Koreo dari BCS sangat rapi dan terbilang rumit. Atraksi ini yang banyak mengundang decak kagum rasa merinding dan senyum lebar dari penonton.
1368501631455106361
Koreo 2013 juara 1
4. Chants
Chants mereka terbilang unik. Chants mereka berbahasa Indonesia, Inggris dan Italy. Lagu mereka juga jarang ditemui di Indonesia yang rata rata chants nya sama hanya diganti liriknya. Mereka juga tidak pernah mengejek supporter lain atau pun lawan hanya fokus mendukung PSS. Ini seperti anomali supporter Indonesia yang lain kadang lucunya mereka mengintimidasi kelompok supporter lain yang bukan lawan saat pertandingan tersebut. Mereka juga bernyanyi lantang 90 menit ++ tanpa henti.
1368500805447751852
wall of dead
5. Wall of Dead and Red Flare Party
Mereka rata rata adalah anak Hardcore, metal, screamo atau kita sebut underground. Hal ini yang membuat salah satu atraksi dari BCS diatas tribun. Mereka mengosongkan tribun membagi menjadi dua kubu lalu bersatu kembali seperti di konser konser metal. Atraksi ini kerap dibarengi dengan chants “Forza Sleman” yang berbahasa Italy. Merekapun sering melakukan red flare party besar besaran seusai pertandingan.
1368500901829053686
Red Flare Party
Inilah yang membuat BCS menjadi supporter yang berkelas di Indonesia. Bukan hanya kreatif namun mereka juga benar benar mendukung tim dari segala aspek. Dan hasilnya tim mudah mencari sponsor dan tentu saja sehat secara financial. Suatu kejadian yang saya alami ketika melihat seorang anak berpamitan dengan ayahnya ke stadion Sleman ayahnya pun berkata “Yang Semangat Le..” ditengah tengah orang tua yang takut untuk melepas anaknya kestadion.  Jika ingin berjumpa dengan BCS silahkan datang sendiri ke Stadion PSS Sleman dan rasakan sensasinya. Merinding, salut, bangga dan senyum lebar itu yang saya rasakan. Mereka juga sudah mecatatkan namanya sebagai supporter Ultras no 4 didunia mingguan. Mungin jika ini di blow up media para politisi yang berkampanye di sepak bola akan meredup karena semangat sepak bola yang hakiki, so siapa media nasional yang berani memblow up semangat ini? Are u ready ?
1368500745303387716
Happy PSS day
Forza Sleman Ale Ale..
by: Helmy  Nawan

Kamis, 13 Juni 2013

Penyebab Akun Twitter Tidak Bisa Dibuka

Sebenarnya ada banyak hal yang dapat menyebabkan akun Twitter kita tidak bisa dibuka, saat kita melakukan Sign In. Dari banyaknya kemungkinan-kemungkinan tersebut, saya bagi menjadi 5 macam penyebab akun Twitter kita tidak bisa dibuka, yaitu:
  1. Kurang Teliti
    Sebenarnya ini merupakan faktor yang paling mendasar. Terkadang kita selalu mengabaikan hal ini. Kurang teliti dalam memasukan Username dan Password di Twitter, juga dapat mengakibatkan akun kita tidak bisa diakses. Bisa jadi, usernamenya benar tapi password yang dimasukan salah dan sebaliknya. Perlu diperhatikan juga, besar kecilnya huruf pada saat kita memasukan password sangat berpengaruh sekali. Jadi, dalam hal ini tingkat ketelitian sangat dibutuhkan.

  2. Lupa Password
    Faktor kedua yang dapat menyebabkan akun Twitter kita tidak bisa dibuka, yaitu lupa password. Ya, mungkin hampir sebagian orang pernah mengalami hal ini, ketika hendak Sign In di Twitter. Apabila anda lupa dengan password Twitter anda sendiri, sebenarnya bisa diatasi dengan melakukan reset password pada akun Twitter anda. Sebelum anda melakukan reset password, pastikan email yang anda gunakan pada saat mendaftar di Twitter bisa dibuka. Ini sangat penting sekali, sebab seandainya anda juga lupa dengan password email anda, wahh… mungkin untuk dapat mengembalikan akun Twitter anda seperti semula akan sangat sulit sekali. Saya sarankan, anda jangan sampai lupa dengan password email anda sendiri.
  3. Melakukan Kecurangan
    Saya sarankan anda harus ekstra hati-hati, sebab saat ini banyak sekali layanan yang mengiming-imingkan dapat meningkatkan jumlah Followers di Twitter dalam sekejap. Apalagi ada orang yang menyuruh kita untuk menggunakan software tertentu dalam meningkatkan jumlah followers, tentu hal tersebut melanggar peraturan yang ada di Twitter. Dampaknya yaitu tidak hanya jumlah followers anda yang meningkat, tapi jumlah following anda juga meningkat tajam. Jika, anda terus menerus melakukan hal tersebut, bisa-bisa akun Twitter anda akan di suspend. Apabila akun Twitter anda di suspend, anda tidak akan bisa mengakses akun itu lagi.
  4. Server Twitter Bermasalah
    Faktor berikutnya yang dapat menyebabkan akun Twitter kita tidak bisa diakses, yaitu server Twitter bermasalah. Jika anda sudah yakin sekali, bahwa anda telah memasukan Username dan Password Twitter dengan benar tapi akun anda tetap tidak bisa diakses, bisa jadi permasalahan tersebut diakibatkan oleh server Twitter yang sedang mengalami down. Ciri-ciri server Twitter yang mengalami down ini adalah pada saat kita mengakses Twitter, terasa sangat lambat sekali diakses. Jika sudah begitu, tunggulah beberapa menit nanti server Twitter akan menjadi normal kembali.
  5. Koneksi Internet Lambat
    Koneksi internet yang lambat juga dapat mengakibatkan akun Twitter kita tidak bisa diakses. Terkadang, gara-gara koneksi internet yang lambat, tampilan Twitter kita bisa menjadi berantakan sekali. Jangankan, untuk melakukan Sign In mungkin untuk mengakses Twitter.com saja sangat sulit sekali. Ya kan? Hehe…
Nah, menurut saya pribadi 5 hal yang diataslah yang dapat menyebabkan akun Twitter kita tidak bisa diakses. Apabila anda mengalami masalah pada akun Twitter anda, silahkan tinggalkan sebuah komentar dibawah ini, saya akan senang hati untuk membantu meringankan beban anda.